Dari Abu Hurairah r.a., Rasulullah saw. bersabda, "Barangsiapa membaca sepuluh ayat pada malam hari, maka ia tidak akan ditulis sebagai orang yang lalai." (Hakim, shahih menurut syarat Muslim).
FAEDAH
Membaca sepuluh ayat pada malam hari yang hanya menghabiskan beberapa saat akan menyelamatkan orang yang membacanya agar tidak digolongkan dengan orang-orangyang lalai pada malam tersebut. Keutamaan apakan yang lebih besar daripada keutamaan ini?
Dari Abu Dzar r.a., Rasulullah saw. bersabda, "Wahai Abu Dzar, sungguh kamu pergi pada pagi hari lalu mempelajari satu ayat dari kitabullah itu lebih baik bagimu daripada kamu shalat seratus rakaat. Dan sesungguhnya kamu pergi pada pagi hari dan mempelajari satu bab dari ilmu , baik diamalkan atau tidak, itu lebih baik daripada shalat seribu rakaat." (Ibnu Majah).
FAEDAH
Bnyak riwayat mengenai hadist yang menyebutkan bahwa menuntut ilmu itu lebih utama daripada ibadah. Masih banyak hadist lainnya mengenai keutamaan menuntut ilmu yang tidak dapat dijelaskan seluruhnya di sini. Diantaranta ialah sabda Nabi saw., "Keutamaan seorang alim dibanding seorang ahli ibadah adaah seperti keutamaanku terhadap orang yang paling rendah diantaramu." Sabda beliau lainnya,"Bagi syaitan, seorang alim lebih berat daripada seribu orang ahli ibadah."
Dari Ibnu Mas'ud r.a., Rasulullah saw, bersabda "Barang siapa membaca surat Al=Waqi'ah setiap malam, kemiskinan kemiskinan tidak akan menimpanya selamanya." Dan Ibnu Mas'ud r.a.memerintahkan anak-anak perempuannya agar membaca setiap malam. (Baihaqi -Syu'bul Iman).
FAEDAH
Banyak riwayat yang menerapkan surat Al-Waqi'ah. Sebuah riwayat menyebutkan , "Barang siapa membaca surat Al-Hadiid, Al-Waqi'ah, dan Ar-Rahman, ia akan dipanggil sebagai ahli surga Firdaus." Riwayat lainnya menyebutkan, "Al-Waqi'ah adalah surat kekayaan, maka bacalah surat itu dan ajarkanlah kepada anak-anakmu." Sabda beliau lainnya, "Ajarkanlah kepada istri-istrimu." Dan Aisyah r.ha. sangat menekankan pembacaan surat ini. Tetapi sanyang, karena begitu banyak kelemahan kita, kita membaca surat tersebut hanya untuk nilai rupiah yang sedikit. Padahal, jika kita membacanya dengan niat untuk mendapatkan kekayaan hati dan akhirat semata, dengan sendirinya dunia pun akan mendatangi kita.
Keutamaan Menghafal, mempelajari, dan memahami Al-Qur'an
Dari Abu Sa'ad r.a., bersabda Rasulullah saw., "Rabb Tabaraka wa Ta'ala berfirman, 'barangsiapa disibukkan dengan Al-Qur'an daripada berdzikir dan berdoa kepada-ku,niscaya aku beri ia sesuatu yang terbaik yang Aku berikan kepada orang yang meminta kepada-ku. Dan keutamaan Kalamullah terhadap kalam lainnya seperti keutamaan Allah terhadap makhluk-nya. "
(Tirmidzi, Darami, Baihaqi).
FAEDAH
Seseorang yang sibuk menghafal, mempelajari atau memahami Al-Qur'an sehingga tidak sempat berdoa, maka Allah swt. akan memberinya sesuatu yang lebih utama daripada yang telah diberikan kepada orang yang berdoa. Sebagaimana dalam urusan keduniaan, jika seseorang akan membagikan kue atau makanan kepada orang banyak, lalu ia memilih seseorang untuk membagikannya, maka bagian untuk orang yang bertugas membagikannya akan disisihkan terlebih dahulu.Mengenai kesibukan orang yang selalu membaca Al-Qur'an telah disebutkan didalam hadist lain, bahwa Allah swt. akan mengariniakan kepadanya pahala yang lebih baik daripada pahala orang yang selalu bersyukur.
Dari Utsman r.a., Rasulullah saw. bersabda, "sebaik-baik kamu adalah orang yang belajar Al-Qur'an dan mengajarkannya. " (Bukhari, Abu Dawud, Tirmidzi, Nasa'i, Ibnu Majah).
FAEDAH Dalam sebagian besar kitab, hadist ini diriwayatkan dengan menggunakan huruf wa (dan), sebagaimana terjemah di atas. Dan keutamaan yang disebutkan menurut terjemah di atas diperuntukan bagi orang yang belajar Al-Qur'an dan mengjarkanya kepada orng lain.Namun di dalam beberapa kitap lainnya, ada yang diriwayatkan dengan menggunakan huruf aw (atau), sehingga apabila diterjemahkan akan memiliki arti, "yang terbaik adalah yang belajar Al-Qur'an saja atau yang mengajarkan Al-Qur'an saja." Kedunya akan mendapatkan derajat yang utama.
Al-Qur'an adalah inti agama. Menjaga dan menyebarkanya berarti menegakkan agama, sehingga sangat jelas keutamaan mempelajari dan mengajarkannya, walaupun bentuknya berbeda-beda. Yang paling sempurna adalah mempelajarinya, dan akan lebih sempurna lagi jika mengetahui maksud dan kandungannya. Dan yang terendah adalah sekedar mempelajari bacaanya saja. Rasulullah saw. menguatkan hadist di atas dengan sebuah hadist dari Sa'id bin Sulaiman rah.a. secara mursal bahwa barangsiapa mempelajari Al-Qur'an ,tetapi ia menganggap bahwa orang lain yang telah diberi kelebihan yang lain lebih utama darinya, berarti ia telah menghinna nikmat Allah swt. yang dikaruniakan kepadanya , yaitu taufik untuk mempelajari Al-Qur'an.
Sebagaimana telah diterangkan dalam hadist-hadist selanjutnya, Al-Qur'an itu lebih tinggi dari pada kalam lainnya sehingga diyakini bahwa membaca dan mengajarkannya itu lebih utama daripada segalanya. Disebitkan didalam hadist lainnya oleh Mulla Ali Qari rah.a, bahwa barangsiapa yang menghafal Al-Qur'an , maka ia telah menyimpan ilmu kenabian didalam kepalanya. Sahal Tustari rah.a. berkata, "Tanda-tanda cinta kepada Allah swt.. adalah menanamkan rasa cinta terhadap Al-Qur'an di dalam hatinya." Diterangkan dalam Syarah Al-Ihya bahwa di antara golongan orang yang mendapatkan naungan Arsy Ilahi pada hari kiamat yang penuh ketakutan adalah orang yang mengajarkan Al-Qur'an ketika kanak-kanak, dan selalu menjaganya pada masa tuanya.