Sabtu, 27 Februari 2016

Keutamaan Membaca Al-Qur'an



Keutamaan Membaca Al-Qur'an

Dari Utsman r.a., Rasulullah saw. bersabda, "sebaik-baik kamu adalah orang yang belajar Al-Qur'an dan mengajarkannya. " (Bukhari, Abu Dawud, Tirmidzi, Nasa'i, Ibnu Majah).

FAEDAH
       Dalam sebagian besar kitab, hadist ini diriwayatkan dengan menggunakan huruf wa (dan), sebagaimana terjemah di atas. Dan keutamaan yang disebutkan menurut terjemah di atas diperuntukan bagi orang yang belajar Al-Qur'an dan mengjarkanya kepada orng lain.Namun di dalam beberapa kitap lainnya, ada yang diriwayatkan dengan menggunakan huruf aw (atau), sehingga apabila diterjemahkan akan memiliki arti, "yang terbaik adalah yang belajar Al-Qur'an saja atau yang mengajarkan Al-Qur'an  saja." Kedunya akan mendapatkan derajat yang utama.
       Al-Qur'an adalah inti agama. Menjaga dan menyebarkanya berarti menegakkan agama, sehingga sangat jelas keutamaan mempelajari dan mengajarkannya, walaupun bentuknya berbeda-beda. Yang paling sempurna adalah mempelajarinya, dan akan lebih sempurna lagi jika mengetahui maksud dan kandungannya. Dan yang terendah adalah sekedar mempelajari bacaanya saja. Rasulullah saw. menguatkan hadist di atas dengan sebuah hadist dari Sa'id bin Sulaiman rah.a. secara mursal bahwa barangsiapa mempelajari Al-Qur'an ,tetapi ia menganggap bahwa orang lain yang telah diberi kelebihan yang lain lebih utama darinya, berarti ia telah menghinna nikmat Allah swt. yang dikaruniakan kepadanya , yaitu taufik untuk mempelajari Al-Qur'an.
      Sebagaimana telah diterangkan dalam hadist-hadist selanjutnya, Al-Qur'an itu lebih tinggi dari pada kalam lainnya sehingga diyakini bahwa membaca dan mengajarkannya itu lebih utama daripada segalanya. Disebitkan didalam hadist lainnya oleh Mulla Ali Qari rah.a, bahwa barangsiapa yang menghafal Al-Qur'an , maka ia telah menyimpan ilmu kenabian didalam kepalanya. Sahal Tustari rah.a. berkata, "Tanda-tanda cinta kepada Allah swt.. adalah menanamkan rasa cinta terhadap Al-Qur'an di dalam hatinya." Diterangkan dalam Syarah Al-Ihya bahwa di antara golongan orang yang mendapatkan naungan Arsy Ilahi pada hari kiamat yang penuh ketakutan adalah orang yang mengajarkan Al-Qur'an ketika kanak-kanak, dan selalu menjaganya pada masa tuanya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar